
Judul Buku : Pembalakan Ramah Lingkungan: Konsep dan Implementasi di Indonesia
Penulis : Agung Nugraha; Hari Priyadi; Hasbillah; Petrus Gunarso; Rahardjo Benyamin
Editor : Murtijo; Bambang Poerwanto
Tahun Terbit : 2007
Penerbit : Wana Aksara
Kota Penerbit : Tangerang
Jumlah Halaman : xxxiv+249
ISBN : 9792537023
Sinopsis Buku :
Potret pembalakan hutan alam tropis memang ibarat pisau bermata dua karena selalu meninggalkan ambiguitas dampak. Di satu sisi, praktek pembalakan hutan yang diikuti dengan industrialisasi kehutanan selama hampir empat dekade terakhir telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Namun di sisi lain, praktek pembalakan hutan konvensional juga identik dengan kerusakan lingkungan yang dewasa ini telah menjadi isu sekaligus agenda mendesak komunitas global. Tak pelak, penerapan praktek pembalakan hutan yang mampu meminimalkan kerusakan lingkungan merupakan sebuah keniscayaan. Diperlukan sebuah teknik pembalakan hutan berdampak rendah yang adaptif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di berbagai tingkatan. Maka, lahirlah sebuah neo-ideologi pembalakan hutan yang secara pragmatis mampu menjadi jalan tengah atas polemik klasik dikotomi paham ekonomi versus paham ekologi dalam setiap praktek kelola hutan. Neo-ideologi tersebut adalah pembalakan ramah lingkungan atau Reduced Impact Logging (RIL).
Persoalannya, terdapat sebuah anomali yang bersifat paradoks. Meskipun diyakini menjadi solusi kerusakan hutan, namun kenyataannya hingga saat ini belum semua unit manajemen pengusahaan hutan alam di Indonesia menerapkan konsep pembalakan ramah lingkungan. Bahkan, unit manajemen pemegang konsesi yang menerapkan teknik RIL dalam skala operasionalnya pada saat ini dapat dihitung dengan jari. Lebih jauh, tidak terdapat perbedaan (baca: insentif) antara unit manajemen berbasis RIL dengan unit manajemen yang abai RIL.
Merujuk beberapa anomali di atas, buku berjudul “Pembalakan Ramah Lingkungan. Konsep dan Implementasi di Indonesia” ini mencoba membedah penerapan kebijakan jeda balak (moratorium logging), publikasi populer tentang pembalakan ramah lingkungan ini menemukan momentumnya. Di tengah keterbatasan literatur di bidang kehutanan, tidaklah berlebihan kiranya bila buku ini diharapkan akan memberikan sebuah pemahaman yang lebih rasional dan obyektif tentang proses pembalakan hutan tropis di Indonesia. Sebuah upaya yang sama sekali tidak mudah, di tengah buruknya citra sektor kehutanan Indonesia di mata komunitas di berbagai tingkatan.